Senin, 28 November 2011

Imbuhan -is, -isme, -isasi

Perhatikan kalimat berikut ini!
Selain sebagai seorang jurnalis, dia juga seorang seniman lukis yang handal.
jurnalis = orang yang memiliki keahlian di bidang jurnalistik
Untuk memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia, dilakukan penyerapan terhadap imbuhan yang bukan merupakan imbuhan asli bahasa Indonesia. Imbuhan itu adalah imbuhan -is, -isme, dan -isasi. Seperti pada contoh di atas, kata jurnalis dibentuk dengan kata dasar jurnal dengan imbuhan -is menjadi jurnalis. Artinya, orang yang mahir menyampaikan jurnal atau laporan atau seorang ahli jurnalistik.

Ketiga imbuhan tersebut berfungsi sebagai berikut.
1. Membentuk kata benda atau nomina.
2. Sebagian kata sifat yang dihasilkan melalui pengimbuhan
dengan ketiga imbuhan tersebut.

Arti baru yang dihasilkan melalui pengimbuhan dengan
-is, -isme, dan -isasi adalah:
1. Imbuhan -is
a. Orang yang memiliki keahlian.
Contoh: gitaris, pianis, komponis.
b. Orang yang memiliki sifat/jiwa.
Contoh: egois, nasionalis, humoris.
2. Imbuhan -isme
berarti paham/ajaran/aliran.
Contoh: nasionalisme, komunisme, animisme.
3. Imbuhan -isasi
menunjukkan makna proses.

Contoh:
heroisme
Para pejuang kemerdekaan memiliki heroisme yang kuat ketika berperang.

1. humoris
2. nasionalis
3. naturalis
4. egois
5. nasionalisme
6. liberalisme
7. kapitalisme
8. pavingisasi
9. standarisasi
10. modernisasi
◄ Newer Post Older Post ►